Tolok Ukur

0
Foto milik @aMrazing

Gue pernah denger seseorang bilang yang intinya gini. Mau kau sedekat apapun dengan temanmu, kau pasti ingin lebih dalam banyak hal darinya. Kau ingin lebih sukses dari dia. Kau tak ingin tampak kalah darinya. Kau ingin lebih bahagia darinya. Kau ingin lebih!

Gue meng-aamiinkan semua kalimat tersebut. Pasti di setiap diri seseorang punya rasa seperti itu. Ingin lebih dari berbagai hal. Ingin lebih sukses, lebih kaya, lebih bahagia, lebih sering jalan-jalan. Pokoknya semuanya!

Have you ever think like: Dia udah kemana-mana, kerjaannya bagus, hidupya udah enak, sedangkan gue masih gini-gini aja.

Gue pernah. Dulu, sering. Liat teman-teman angkatan udah wisuda duluan. Udah lulus kerja di sini, di situ. Pergi tugas ke luar kota. Jalan-jalan. Makan di tempat-tempat mewah, nge-mall sering banget. Haha hihi sama lingkungan kerja mereka. Upload foto sama rekan kerja pake uniform. Terlihat sibuk lewat story Instagram. Jalan-jalan se-kantor. de el el.

I am envious! Saking gak mau dipusingkan dengan kehidupan mereka, gue pernah uninstall Instagram beberapa kali. Biar hidup tenang.

Mereka udah kemana-mana, sedangkan gue masih dipusingkan oleh kompre. Udah lulus pun cukup lama juga nganggur. Oh God!

Tapi, selama menjadi pengangguran itu banyak hal yang gue pelajari. Belajar dari agama, orang-orang terdekat, bacaan-bacaan, bahkan media sosial. Hingga suatu hari gue sadar, “Lo gak harus kayak mereka, Fik!”

Mencoba lebih dekat dengan Tuhan membuat gue bisa mencerna dan menerima kalimat-kalimat yang selama ini gue anggap bullshit.

Benar bahwa kadar bahagia kita tidak ditentukan dari apakah kau lebih bahagia dari mereka, temanmu. Kesuksesan temanmu bukan tolak ukur dari kesuksesanmu!

Oke, temen lo udah terlihat keren karna kerja di sini, di situ, di sana. Trus kenapa? Apa masalahnya?

Lo mau juga?

Iya.

Apa bekerja di situ juga mimpi lo?

Enggak.

Trus kenapa lo merasa kalah saing?

You are not in race with anybody. (Shit! Kalimat ini bener banget.)

Maka, saat ini gue gak lagi membanding-bandingkan diri gue dengan orang lain. Gue punya banyak mimpi yang harus diwujudkan. Harus fokus sama rencana-rencana yang pernah dipikirkan.

Sekarang, kalau dengar teman ini lulus di sini, terima itu di sana, teman ono kerja di sono, gue udah bisa berlapang dada. Sembari berdoa semoga itu adalah yang terbaik bagi mereka, dan Allah segera memberikan yang lebih baik untuk gue. Sementara itu, gue akan meningkatkan kapasitas diri gue.

Cheers!

You might also like
Comments
Memuat...