Si Uni(k)

0

Sebelum menulis ini gue search personality types dulu karna gue gabisa mendeskripsikan personaliti gue.

Gue mengaku sebagai seorang yang pendiam, susah bergaul, dan bodo amat sama urusan orang. Tapi, itu berlaku untuk orang-orang yang gue gak kenal dan gue tidak tertarik untuk berurusan dengan mereka. Hah, gimana?

Ketika kuliah, suatu hari gue bilang ke temen kalo gue introvert. Tangannya kemudian mendarat di kepala gue alias ditampol. “Hilih introvert apaan lu pecicilan gitu.” Sebagai seseorang yang selama ini merasa pendiam, gue agak kaget ketika teman gue ini tidak menyadari ke-introvert-an gue. But, yes. Gue suka ngobrol sama dia (mereka), becanda, dan berdebat hal-hal tidak penting.

Tapi, hanya dengan mereka. Mereka yang gue sudah kenal dekat, satu frekuensi, and those i trust. And i am not open to all people. Only who can open (the book) can read.

Beberapa waktu yang lalu, gue main ke Jogja sama temen-temen kantor. Di sana, unexpected temen gue bilang “Gak nyangka loh Ka Fika ini ternyata unik, gak seserius keliatannya, trus pecicilan juga. Beda 180 derajat sama di kantor. Paling tua tapi kelakuannya kadang paling anak-anak (in a good way, ya)”. Di situlah pertama kali gue menyadari ke-unik-an gue haha.

Jadi intinya, gue ga bisa asik ke semua orang. Setelah kita deket, baru kalian akan paham.

Gue cuek. Semua yang kenal gue mungkin meng-amin-kan ini. Tapi cuek yang bagaimana? Sayangnya ini tidak sepenuhnya benar. Gue cuek ke hal-hal (orang-orang) yang gue anggap gak penting dan cenderung bodo amat. Tapi di balik itu semua, i often take time for my self just to reflect what i have done, why, and what if?

Gue lebih sering memperdebatkan diri gue dengan diri sendiri. Gue juga lebih sering berantem dengan pikiran dan perasaan sendiri ketimbang berantem sama orang lain. Gue cenderung tidak peduli dengan orang lain, tapi untuk beberapa orang, they can lean on me. Bahkan untuk orang-orang ini, ada kalanya gue merasa keter-butuh-an mereka terhadap gue menjadi masalah tersendiri bagi gue. Like, please don’t tell me. I don’t wanna hear anything from you. Because it’s started bothering my mind. Tapi dengan segala ego, gue masih menampung cerita mereka dengan alibi “kalo gak ke gue, ke siapa lagi” (fck my self).

It’s not easy for me to trust someone. But if i do, i really mean it.

Gue gampang suka (tertarik) sama orang, but it’s not easy to fall in love. Gue biasanya suka sama orang-orang yang ahli di bidang yang sedang gue senangi. I can’t describe these things, but yeah. Like i am interested with you but i am not in love. Simply, gampang kagum kali ya maksudnya.

Apakah umur, pengalaman, dan pengetahuan memengaruhi personaliti? I think that’s true. Dulu gue berpikir kalo gue lebih suka gunung daripada laut/pantai. Ternyata itu hanya karena rumah gue deket ke gunung. Setelah mengenal pantai, i was like: take me backkk to the beach!! Gue suka dua-duanya.

And last, i must be challenged, and i will be the best (the best version of me) haha.

You might also like
Comments
Memuat...