Dua Lima Tambah Dua, Bali, dan..

0

Sebenarnya, ingin sekali gue membuat tulisan ini dengan judul “Dua Lima Tambah Dua, Bali, dan Dia”. Tapi berakhir di “dan” karena belum ada “dia”.

Apakah kamu tertawa? Gue juga kok, ngakak malahan.

Anw, gue sekarang di Bali. Akan di Bali untuk sementara (atau mungkin selamanya (?)). Gak tau, belum tau. Entah bagaimana perjalanan hidup ke depan, tapi semoga selalu di jalan Allah.

Bali adalah salah satu kota yang tidak pernah terbersit untuk gue tinggali. Karena Bali hanya kota yang orang-orang pada singgah, bukan pindah. Itu juga yang dulu gue pikirkan. Namun Tuhan menyuruh gue memulai hidup baru di sini, kembali menemukan arti diri, dan mengais rezeki. Mungkinkah jodoh juga di sini? Kalau iya, gue akan marahin dia karena harus gue yang jauh-jauh datang ke sini. (Hah gimana? Hahaha).

Di umur segini, gue masih bisa becanda kalo ngomongin tentang jodoh, di saat yang lain begitu serius dan sensitif. Di umur yang bagaimana? Di umur yang kalau kata tetangga sudah saatnya, namun menurut netizen Twitter biaya resepsi, biaya persalinan, pendidikan anak sampai S1, dan dana pensiun sudah harus disiapkan.

Dua lima tambah dua. Tapi ini enam bulan yang lalu, sekarang sudah dua lima tambah dua setengah. Cepat sekali waktu berlalu.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.