Serpihan #91
Aku acap kalo menangkap raut wajah sedihmu. Tiap kali aku
bercerita tentang dia. Tiap kali aku, kau dan dia berada dalam satu ‘frame’.
Kau pintar bersembunyi dari orang lain. Tapi tidak dariku. Aku tau kau, lebih
dari kau tau dirimu sendiri. Lebih dari itu, kau juga tau, aku acap kali
memandangmu.
Tiap kali mata kita
bertemu, kau tau aku sedang bertanya “kau baik-baik saja?”. Dan aku
paham. Senyum yang kau berikan itu adalah jawaban dari tatapku. Senyummu,
matamu. Dua hal yang berbeda. Dua hal yang sering kali bertolak belakang.
Menyembunyikan banyak hal.
#Kirana