Failed
Pernah, setahun lebih gue gak denger musik. Sama sekali. Gue memilih untuk denger, baca, atau hafal Al-Quran. Lebih memilih mendengar kajian daripada nonton film. It was amazing time for me. It was..past tense.
Semua berawal dari kembali nonton drama korea; Memories of Alhambra. Gue terjebak kemudian. Mulai kembali nonton film ataupun drama, dan yang terburuk sampai…in to K-pop.
Setelah itu aktivitas yang berkaitan dengan agama mulai berkurang. Nonton konser ini dulu bentar, nanti baru Al-Quran. Ah dikit lagi, nanggung. Aaa kiyowooo, ntar aja deh abis isya kholasnya langsung…hingga gak kholas-kholas lalu keluar dari grup ODOJ (One Day One Juz). Hafalan Al-Quran pun mulai hilang satu-satu (emang ga banyak sih yang hafal).
Gue kemudian lebih banyak membuang waktu dengan hal-hal yang (sejujurnya) sia-sia. Gue sangat sadar, tapi masih terlena. Terlebih di masa pandemi.
Seorang ustad pernah bilang “musik dan Al-Quran tidak akan pernah bisa bersatu. Anda harus pilih; musik atau Al-Quran. Karena mendengar musik akan menjauhkan anda dari Al-Quran”
And that’s true.
Meskipun masih ada perdebatan musik haram atau halal, tapi yang gue yakini adalah musik akan menjauhkan kita dari Al-Quran. I was there. Dan ibadah itu akan nikmat terasa bagi orang-orang yang hatinya bersih. Jika terasa sulit saat akan beribadah, segera cek kemaksiatan apa yang telah dan sedang dilakukan.
Gue percaya, the power of music akan menjauhkan kita dari Al-Quran dan ibadah. I really know that. But now i feel like i’m full of sins. And i failed to keep my self to istiqomah.
Please forgive me, my self.