Aku sudah lama mencoba berdamai. Sudah lama. Hanya saja hati masih sering berkata, seandainya.
Bukan bermaksud tuk tidak bersyukur, tapi hati masih tak bisa akur.
Aku sempat menguburnya. Menguburnya dalam-dalam seperti yang ku lakukan pada rindu.
Mengubur rindu atas nama waktu.
Aku bahkan mencoba membunuh waktu dengan menulis,
tapi waktu akan selalu hidup
sebab aku selalu membaca tulisanku
Pun aku sudah berusaha mengganti waktu,
bermain-main dengan rindu.
Lalu bagaimana jika,
aku tetap tak bisa merasakan
Masa depan hingga detik ini?
Bagaimana jika rasa itu hadir kembali?
Ah..
Ku kira begini saja.
Biarkan aku mencoba, apapun hasilnya.
Aku hanya ingin memastikan, setelah ini tak akan ada lagi
ku tulis dan ku ucap kata ‘seandainya’
Kalaupun Waktu tak kunjung kembali, rindu masih menari-nari,
dan mimpi tetap mengkhianati
Aku akan mulai berdiri. Sendiri.
Melangkah dengan pasti.