Terkadang…
Aku butuh seseorang,
yang duduk diam di kursi seberang,
sabar menanti, berusaha memahami
sendiri.
Aku butuh seseorang,
yang tabah menungguku di kursi seberang,
saat aku asik menekan tuts-tuts di laptopku,
tanpa mengusik, apalagi berisik.
Aku ingin seseorang,
yang tidak bertanya saat aku menangis,
menatapku hangat dengan senyuman,
seolah berbisik, “Kau akan baik-baik saja,”
dari kursi seberang.
Aku butuh seseorang,
di kursi seberang, dengan cangkir kopi,
dan lesung di pipi,
mengerti.
Aku ingin seseorang,
menemani,
bersama hangat dua cangkir kopi,
tanpa basa-basi,
mencintai.
Tapi itu terkadang,
saat aku merasa sepi,
lelah sendiri,
dan ingin memiliki.